Erlik Citra Budiarti

Banyuwangi, Indonesia

Sebuah Goresan Pena Dari Sebuah Renungan Atas Nama Cinta

Lelaki Jinggaku


Lelaki Jinggaku..

Dia kembali seperti dulu
pria kurus kusam pelukis kata kiasan
sempat kudapati dia terhenti mati membeku
Fakum.. karena sebuah penghianatan asmara

Traumanya mencekik di urat nadinya
Berderai tanya yang meragukan hadirku
kata Takut dan Takut menjadi pembelaan semu.

Hingga kusentakan emosi yang menggebu
Derai derai sejarah menyakiti..
Bukan kata atau janji yang ku agungkan
Namun perlahan pembuktian..

Bismillah yang menjadi landasan sejak malam itu
Terimakasih pemilik jagad semuku
terukir harapan dalam do*aku
kupintakan menjadi nyata

Semoga engkau selalu menjadi sahayaku..
dalam duka lara bahagia terluka hidup dan mati
mawar putih

Aku Wedi

Aku wedi jumangkah
Wedi salah langkah
Aku wedi lumampah
Wedi salah kaprah
Aku wedi tumindak
Amarga salah tindak

TERUNTUK SIAPA

TERUNTUK SIAPA?

Dalam panjang malam, ketika para manusia lelap tertidur
engkau masih terjaga
jemarimu kian asyik, lentik mengetik

menuliskan segala tulisan penuh rasa
dari itu setiap orang mencoba menerka-nerka
untuk siapa setiap tulisan dalam renungan malammu

Dengan polos aku pernah mengajukan tanya
teruntuk siapa tembang-tembang indahmu
yang kau tulis dalam setiap malammu

Dengan tipis mulutmu bicara
kuhadirkan puisiku untuk semua orang yang membacanya
ku tak pernah menulis berdasarkan rasa

Mungkin, hanya orang bodoh yang mengiyakan pembelaanmu
ketika aku menemui segala catatan cinta konyolmu
menemu segala catatan cinta perihmu
itu adalah ungkapanmu.
ungkapan kekecewaan

Namun dari sekian catatanmu,bukankah aku pernah berjanji
ku ajak engkau dari dermaga kusam menuju dermaga persinggahan
yang diamini oleh sang jagad mentari
MAWAR PUTIH

TAT KALA LENTIK JEMARIKU MEMILIH UNTUK TERLUKA

Aku kalah dengan pekat kehidupan
dinding janjiku roboh hancur berceceran
menjadi bara api yang tak kunjung padam
ketika semua ingsan berkata puitis
tapi segala itu berubah menjadi histeris

Segala coretan tulisan ini
pada saatnya akan menjadi kenangan
kenangan cinta atau luka
tapi semua catatan ini akan menjadi suatu kenangan pada nantinya

Dari sekian lembaran judul yang tak pernah terbalaskan
Dari sekian coretan yang hanya terbaca saja
Dari Sekian lama kugoreskan catatan kehidupan

Dari itu,ku akhirnya dengan mengoreskan tinta darah diujung jemariku
dalam pekat malam melekat, kusemayamkan engkau dalam bara api membara
tak akan ada lagi renungan yang kutuliskan atas nama cinta
Kuakhiri malam ini,
Ku tamatkan ceritanya hari ini
Tat Kala Lentik Jemariku memilih untuk terluka

Pada itu pula, jemariku kaku kusam beku
pada detik itu pula, jemariku membunuh dirinya
Saat ini aku ingin, terkubur dalam dalam dalam kesepian malam

Aku menunggu ia, sang pemilik teka teki abadi
memberiku nafas kehidupan
menghidupkanku lagi
agar sang jagad cinta semuanya menjadi merona penuh warna

Aku berhenti menuliskan segala yang kurasakan
berhenti menuliskan segala yang menjadi inpirasiku
aku mati terkubur telajang dalam malam tanpa sinar

Jemariku sangat terluka
Jemariku putus asa
Jemariku Jemariku tercambuk cambuk

Terimakasih Mawar Putihku
Dalam Setiap catatan inpirasiku
saat ini, aku ingin mati membeku
sampai akhirnya kutemukan perasaan yang kian membangkitkanku
MAWAR PUTIH MATI