Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Lelaki Jinggaku


Lelaki Jinggaku..

Dia kembali seperti dulu
pria kurus kusam pelukis kata kiasan
sempat kudapati dia terhenti mati membeku
Fakum.. karena sebuah penghianatan asmara

Traumanya mencekik di urat nadinya
Berderai tanya yang meragukan hadirku
kata Takut dan Takut menjadi pembelaan semu.

Hingga kusentakan emosi yang menggebu
Derai derai sejarah menyakiti..
Bukan kata atau janji yang ku agungkan
Namun perlahan pembuktian..

Bismillah yang menjadi landasan sejak malam itu
Terimakasih pemilik jagad semuku
terukir harapan dalam do*aku
kupintakan menjadi nyata

Semoga engkau selalu menjadi sahayaku..
dalam duka lara bahagia terluka hidup dan mati
mawar putih

TERUNTUK SIAPA

TERUNTUK SIAPA?

Dalam panjang malam, ketika para manusia lelap tertidur
engkau masih terjaga
jemarimu kian asyik, lentik mengetik

menuliskan segala tulisan penuh rasa
dari itu setiap orang mencoba menerka-nerka
untuk siapa setiap tulisan dalam renungan malammu

Dengan polos aku pernah mengajukan tanya
teruntuk siapa tembang-tembang indahmu
yang kau tulis dalam setiap malammu

Dengan tipis mulutmu bicara
kuhadirkan puisiku untuk semua orang yang membacanya
ku tak pernah menulis berdasarkan rasa

Mungkin, hanya orang bodoh yang mengiyakan pembelaanmu
ketika aku menemui segala catatan cinta konyolmu
menemu segala catatan cinta perihmu
itu adalah ungkapanmu.
ungkapan kekecewaan

Namun dari sekian catatanmu,bukankah aku pernah berjanji
ku ajak engkau dari dermaga kusam menuju dermaga persinggahan
yang diamini oleh sang jagad mentari
MAWAR PUTIH

TAT KALA LENTIK JEMARIKU MEMILIH UNTUK TERLUKA

Aku kalah dengan pekat kehidupan
dinding janjiku roboh hancur berceceran
menjadi bara api yang tak kunjung padam
ketika semua ingsan berkata puitis
tapi segala itu berubah menjadi histeris

Segala coretan tulisan ini
pada saatnya akan menjadi kenangan
kenangan cinta atau luka
tapi semua catatan ini akan menjadi suatu kenangan pada nantinya

Dari sekian lembaran judul yang tak pernah terbalaskan
Dari sekian coretan yang hanya terbaca saja
Dari Sekian lama kugoreskan catatan kehidupan

Dari itu,ku akhirnya dengan mengoreskan tinta darah diujung jemariku
dalam pekat malam melekat, kusemayamkan engkau dalam bara api membara
tak akan ada lagi renungan yang kutuliskan atas nama cinta
Kuakhiri malam ini,
Ku tamatkan ceritanya hari ini
Tat Kala Lentik Jemariku memilih untuk terluka

Pada itu pula, jemariku kaku kusam beku
pada detik itu pula, jemariku membunuh dirinya
Saat ini aku ingin, terkubur dalam dalam dalam kesepian malam

Aku menunggu ia, sang pemilik teka teki abadi
memberiku nafas kehidupan
menghidupkanku lagi
agar sang jagad cinta semuanya menjadi merona penuh warna

Aku berhenti menuliskan segala yang kurasakan
berhenti menuliskan segala yang menjadi inpirasiku
aku mati terkubur telajang dalam malam tanpa sinar

Jemariku sangat terluka
Jemariku putus asa
Jemariku Jemariku tercambuk cambuk

Terimakasih Mawar Putihku
Dalam Setiap catatan inpirasiku
saat ini, aku ingin mati membeku
sampai akhirnya kutemukan perasaan yang kian membangkitkanku
MAWAR PUTIH MATI


GOOD BYE

Dari Tinta Sebuah Pena Hitam
Kutuliskan Sebaris Kalimat Panjang
Kuceritakan Sebuah Naskah Drama Kehidupan

Disisi Ujung Pensil Yang Patah
Kusempatkan menggambar sketsa cerita nyata
kusempatkan garis pena berwarna untuk mempercantiknya

Bukan aku sedang menulis cinta
Ataupun aku sedang menuliskan luka lara
Aku sedang bermain ujung pena
kusedang menyelami kehidupan sebenarnya.

Betapa ringkihnya dan murahnya sang air mata jagad manusia
yang ringkih kian menjadi ringkih
Pergilah engkau tanpa gores
ku katakan GOOD BYE padamu 
Padamu Kehidupan Jinggaku.. 

Kutuliskan Welcame padamu rona-rona mentariku
kemari mari kita memulai semuanya dengan do'a dan pengharapan yang baik pula
Mawar Putihku, Hiduplah dalam keabadian jemari Tanganku

ERLIK/Mawar Putih

CINTA ITU BUTA TAPI TAK HARUS "MEMBUTAKAN "

Setiap manusia pernah menjalani kisah yang membuat resah
Gelap pekatnya malam menghadirkan pikiran yang tercecer
Hati yang dikelumuti dilema cinta

Cinta itu meluluhlantahkan logika
logika para pemuja cinta
kita terbodohi dengan kelembutan sementara

Menangis dalam gelapnya malam
merasakan kesakitan hati tak tertahankan
ketika cinta benar-benar membutakan setiap para pemujanya

Kita selalu bilang itu menyakitkan, tapi kita masih selalu bertahan
bertahan dalam pedih-pedih luka membara
Bukankah Cinta Itu Anugrah
Bukankah Cinta Itu Indah
Tatkala cinta tepat pada waktuya dan pada tempatnya

Cinta itu Buta, membutakan mata para pemujanya
dia yang salah tetap dibela
dia yang hina tetap dipuja
dia yang tak pantas menjadi istimewa

Kepada Jagad Pemuja Cinta
Sadarkan dirimu mulai saat ini
Ketika cinta telah benar merusak mata dan telingamu
Keluarkan Logika Dari dasar pikiranmu
Bukankah engkau sangat berharga untuk sekedar memuja cinta

Mawar Putih



GURIT TANPA WARNA



Sajake gurit tanpa warna
Biyen iki rame nanging saiki tanpa warta
Sajake clurit tanpa makna
Biyen iki kanggo saiki ditilapna

Pancobane Gusti ya kudu ditampa
Yen bungah aja kebunggah
Yen ala aja kuciwa

Merga urip mung kanggo dina iki
Tetepa ngupaya
Senajan durung nemu apa kang pandonga


                                                            Banyuwangi, 09 Februari 2012 

CINTA ATAU SEBUAH NAFSU YANG DIATASNAMAKAN RASA

Entah kenapa kata cinta menjadi kata mutiara
saat dua pasangan saling menjalin rasa
kata cinta yang selalu menjadi problema disetiap nuangsa lara dan tawa

Aku Mencintamu tanpa sebujur kata
Aku Menyayangimu sepenuh hatiku
Aku Sangat dan Sangat..........."

Kata Mencintaimu dan Menyangimu 
Tak Pernah Terganti  untuk pemilik hati yang saling mengumbar rasa

Apakah itu cinta ?
Tak kala kita duduk berdua
mencumbu rayu
berbalas kasih pada ikatan yang belum jelas terbawa kemana "PACARAN"

Apakah itu cinta saat kita cemburu buta
melampiaskan kemarahan yang tak tertahankan
Apakah itu cinta saat kita bergandeng tangan disepanjang jalan

Cinta atau ambisi nafsu untuk bercumbu?
Cinta atau ambisi nafsu untuk rasa penasaran?
Cinta atau ambisi nafsu untuk merasakan pesona?

Dan maka itu cinta saat kamu membawaku dalam Shunah yang tertuliskan oleh-Nya
maka itu cinta saat kita terikat diatas sebuah perkawinan yang halah adanya
MAWAR PUTIH


Ketika Aku Tidak Pernah Hadir Menjadi Inspirasimun!!!


Kita yang dulu beradu kata disetiap ujung pena
berbalas pesan disetiap ujung malam
kata-katamu yang selalu kutunggu
dan setiap lairik-larik yang mengugah lentik jemariku
dan aku mulai merasakan penasaran yang tiada tertahankan

kala titik jemuku, kutuliskan kata-kata dari rasa
setiap malam kita masih beradu kata
menterjemahkan segala rasa yang mengendap dalam dinding hati

dititik lelahku, aku tetap menuliskan sebongkah kalimat panjang
kita masih asyik sendiri brrbalas pesan
hingga malam dan ditegah malam sampai pagi menghampiri

Senyum-senyum yang tiada pernah kau baca
saat kita saling beradu kata
mungkin suatu hari aku akan bahagia jika aku mengenalnya lebih dalam dan dekat
dan setiap malamku pasti berwarna

Namun, pekat...
malamku menjadi melelahkan
kita tidak lagi saling beradu kata
tak berdebat kalimat bermakna

ketika aku datang dalam ruang hidupmu
tanganmu mati membeku
aku tak pernah hadir menjadi sebuah inpirasimu
yang tak sampai saat itu tidak pernah menggoyahkan lentik jemarimu saat dulu kita saling beradu rindu
menyimpan cinta diantara para pemilik jagad semu.

Hingga aku merasakan lelah
menuliskan segala tulisan atas renungan rasa

AKU LELAH, AKU CUKUP LELAH

MAWAR PUTIH

DARI SUDUT MATA INSAN MANUSIA

Dari sebuah goresan atas nama cinta
ketika Tuhan tiada lelah menaburkan rasa
Dari pena yang sengaja selalu tertulis

Dari itu senja itu kulihat sudut matamu berkata
Caramu bicara 
Dari itu sudut Matamu menggoda imanku

Dari sudut mata yang tiada pernah berhenti mencari
Dari sudut mata yag tiada pernah berhenti menggali
Dari sudut mata yang kian-kian menaburkan pesona

Sudut mata-mata malaikat cinta 
Yang datang dari Deramaga persingahan Dewa dan Dewi
Menjadi Armada dalam sebuah Romantika Sederhana
Membeberkan sayap-sayap keabadian atas nama hati

Sudut Mata dua ingsan yang saling bermimpi
dan Dari Sudut Mata Yang Terbuka
Hilang Menghilang Dalam Lelap Panjang

Mawar Putih

Raja Gombal. Com

Lentik-lentik jemariku menglitik
Taktik jitu sang penyair rindu
Entahlah tipu daya apa yang sedang kau terbitkan
Seribu rayu buat wanita tersyahdu
Semua rasa terasa gombal namun hati enggan bilang itu bual
Serasa jatuh dalam sangkar istana penuh rayu memuja
Dan entah kenapa gadis manis dan cantik bisa terlena
Cinta tiada takaran
Sayamu adalah abadi
Pedulimu kunanti
Tanggung jawabmu bukti


Mawar putih berbicara

BUNGURASIH

Bungurasih kau kawan setia
saat aku menanti dalam batas senja.
Dalam hirup pikuk udara dingin yang menyapa
aku sendiri dalam barisan angkot kota
terselit dalam deretan bis kota.
Dia yang tau saat aku terjaga berapa kota yang telah aku singgahi.
Kamu saksi buta saat aku tak tersadar.
Mawar Putih

Bungurasih  4 MARET 2012


BROMO

Deburan pasir ini
dan dinginya udara kini
yang pernah membuat aliran nafasku terhenti
entah kenapa dikala itu, aku masih bisa bernafas tinggi..
kucurahkan segala yang pernah mengendap dihati
laraku mencari teka teki abadi !!!
kehidupan bukan untuk membenci atau memaki !!!
kita semua pernah berbagi
bersyukur Tinggi bahwa wajar setiap manusia punya cerita misteri :))

Mawar putih

Teruntuk Malam Ini.. #Puisi

dalam sudut gelap malam
luka lamamu datang kembali meyayat hati.
tersentik dalam pori pori dinding hati. 
mengelumpas tanpa terobati
dan memang adalah salah besar bermain atas nama cinta.
mereka bilang kita berpetulang mencari yang lebih baik.
maka akan lebih menyakitkan dia yang lama mendapatkan tempat yang lebih dari dia yang baru datang.
yang lalu lalang meninggalkan banyak kenangan. 
kenangan yg tiada dilupakan 
namun kenangan yg menyakitkan pula.
maka doakanlah engkau agar bertemu jodomu bukan lalu lalang tanpa kepastian.

mawar putih dalam malam hari

Tentang Wanita Wanita itu #Puisi

Aku terlalu bosan mendengarkan kicauan tak terjamahkan.
aku terlalu lelah membaca pesan pesan tanpa arah.
aku terlalu pedih memahami tentang apa yang terjadi 
tentang wanita wanita itu... 
tentang kata kata mereka 
tentang kelakuan mereka
yang tiada kunjung aku mengerti tujuanya.
Takaran Sebuah persandian rasa memang menyakitkan
tapi akan lebih hina jika kita saling membunuh hanya merebutkan 1 cinta yang takaranyapun belum pasti.
Mawar Putih..
Jangan Merebutkan Cinta Yang Takaranya Belum Pasti

Ada apa setelah Kematian #Puisi

wajah wajah orang yang kusayang ini 
saatu hari pasti akan pergi
abadi... dengan hembusan terhenti
senyum. tangis dan apapun tentang mereka pasti jadi kenangan sebuah kenangan saja
wajah wajah mereka hanya menjadi banyangan dalam putaran waktu. hanya menjadi cerita dengan kata dulu
waktu itu pasti datang.. waktu itu pasti terjadi
sekarang atau nanti
dan logikaku selalu bertanya ada apa setelah kita mati...
Mawar Putih


Spesial Almarhum Mbahku

Senja Sore INI #Puisi

kita tampak kaku menjelang senja
kita tampak saling beradu menatap mega
kita saling berpesan tentang persaan.
dibatas waktu kita saling menyalahkan
diam tertunduk cukup lama
merenung sejenak.. ego kita masih bicara
Hingga suara adzanpun datang.
mari sama sama bersyujud.. agar kita diberi kebesaran hati.
selamat tinggal sosial mediaku
Erlik Citra Budiarti
mawar putih...

Dalam Irama Batas Angin Malam

Seorang manusia yang pernah membidik cinta.
pupus diujung tandus
lemah berceceran diatas tanah
lalu memar diurat'urat nadinya
ketika sahabat teman bisa menghadirkan sebuah cinta
kenapa cinta tidak pernah menghadirkan persahabatan.
aku dalam gelap malam. 
pekat merayap menatap
mencari sebias sinar mentari.
Malam ini dalam irama lelapku
lepaskan aku dari ego egomu kawan.
mari merapat dalam ruang dan waktu.
kutuliskan sepucuk kata maaf buat semua yang pernah terluka
Mawar putih.

Teruntuk Embun Senja

Teruntuk embun senja

dalam sudut embun senja
luka lamamu datang kembali meyayat hati.
tersentik dalam pori pori dinding hati. 
mengelumpas tanpa terobati
dan memang adalah salah besar bermain atas nama cinta.
mereka bilang kita berpetulang mencari yang lebih baik.
maka akan lebih menyakitkan dia yang lama mendapatkan tempat yang lebih dari dia yang baru datang.
yang lalu lalang meninggalkan banyak kenangan.
kenangan yg tiada dilupakan
namun kenangan yg menyakitkan pula.
maka doakanlah engkau agar bertemu jodomu bukan lalu lalang tanpa kepastian.

mawar putih dalam embun senja

Aku Berhenti

Aku Berhenti 

Dan sedikit demi sedikit kuhapuskan kalimat yang pernah tertulis untukmu.
kuhapuskan segala melodi kenangan yang tersimpan.
karena telingamu telah engkau tulikan. dan matamu telah engkau butakan.
aku berhenti menceritakanmu pada mata mata yang memandang.
aku berhenti menghadirkan kamu dalam setiap tulisanku.

dan kamu tidak mengeti betapa cemburunya aku atas lalumu dan caramu. 
dan aku masih dalam takaran yang semu.
aku bosan meminta dan aku bosan berharap.
kelu dalam hatiku.
tetaplah dalam rencanamu sembuyikan aku dibilik bilik hidupmu.
agar tidak akan pernah satu orangpun tau tentang aku

mawar putih

Karena Tuhan Yang Menuliskan

Mungkin suatu akan menyakitkan jika suatu hari nanti, canda tawa kita, cerita kita,bahagia kita menjadi sumber luka
mungkin akan menjadi duka saat orang yang menjadi sandaran kita saat ini suatu hari adalah pusat lara
suatu saat kita pasti berada dalam titik jenuh, titik waktu merasa dilukai, titik waktu dimana kita adalah orang yang paling terluka

Cinta itu memang buta, tapi jangan butakan aku saat aku jatuh cinta
cinta itu memang butuh penggorbanan, tapi jangan jatuhkan aku sebagai korban cinta.

Tuhan aku ihklaskan dia padamu
aku selipkan do'a dalam sujudku
maka jika engkau telah menuliskanya untukku maka lancarkanlah apa yang menjadi harapan kami,
jika memang Tuhan tidak menuliskan untuku, beri tau aku dengan anggun
dan hilanglakanlah kebenciaan saat kamu tidak engkau tuliskan

MAWAR PUTIH 08/04/2013 (21:25)
Add caption